Seminar Nasional Bioenergi dan Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia dengan tema ”OPTIMALISASI PENGEMBANGAN BIOENERGI SEBAGAI INVESTASI ENERGI NASIONAL”
Kegiatan seminar akan diselenggarakan pada hari kamis tanggal 6 Mei 2010 dan bertempat di GSG Universitas Lampung dan kegiatan Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia akan diselenggarakan pada hari Jumat, 7 Mei 2010 sampai dengan Rabu, 12 Mei 2010.
Jumlah penduduk Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan penduduk juga berbanding lupus dengan pertumbuhan industri dan mobilisasi rakyat dengan ditunjukan data penggunaan kendaraan bermotor yang meningkat pula. Kondisi demikian akan berdampak pada konsumsi energi nasional Indonesia. Konsumsi dan import BBM makin lama makin meningkat. Pada tahun 2004, kebutuhan BBM Indonesia adalah 64.700.000 kilo liter (kL) dan yang harus diimpor sebesar 19.800.000 kL (Hayun, 2008). Perkiraan Kebutuhan BBM pada tahun 2010 menjadii 97.100.000 kL dan yang harus diimport sebesar 52.600.000 kL sedangkan pada tahun 2015 kebutuhan BBM menjadi 136.200.000 kL dan importnya menjadi 89.700.000 kL. Kebutuhan premium yang merupakan bahan bakar yang banyak digunakan pada sektor transportasi, khususnya transportasi darat, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum makin lama juga makin meningkat.
Berbanding terbalik dengan konsumsi energi nasional, cadangan minyak bumi yang dimiliki oleh Indonesia terus menyusut. Pada tahun 1974, Indonesia memiliki cadangan minyak bumi 15.000 metrik barel (MB) dan menurun menjadi 5.123 MB pada tahun 2000, dan 4.301 MB pada tahun 2005 (OPEC Annual Statistic Bulletin 2005). Penurunan cadangan minyak bumi ini disebabkan oleh exploitasi minyak bumi selama bertahun-tahun dan minimnya eksploirasi atau survey geologi untuk menemukan cadangan minyak bumi terbaru. Tanpa ditemukan cadangan minyak baru, persediaan cadangan minyak Indonesia hanya dapat dieksploitasi sampai kirat-kira tahun 2035 (Dartanto, 2005).
Konsumsi BBM Indonesia meningkat dari 996.400 barel/hari pada tahun 2000 menjadi 1.143.700 barel/hari pada tahun 2004 (OPEC Annual Statistic Bulletin 2005). Sementara itu, produksi BBM Indonesia menurun dari 1.272.500 barel/hari pada tahun 2000 menjadi 1.094.000 barel/hari. Penurunan produksi ini disebabkan oleh sumur-sumur yang ada sudah tua, teknologi yang digunakan sudah ketinggalan dan iklim investasi disektor pertambangan minyak kurang kondusif sehingga tidak banyak perusahaan asing maupun nasional yang melakukan investasi di sektor perminyaan (Danarto, 2007). Jadi pada tahun 2004 Indonesia kekurangan dan harus import BBM sebesar 49.300 barel/hari.
Untuk mengatasi menyusutnya cadangan minyak bumi dan meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, pemerintah melakukan beberapa upaya. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan mengeluarkan kebijakan yang dituangkan pada Inpres nomor 1 tahun 2006, Inpres nomor 2 tahun 2006, dan Pepres nomor 5 tahun 2006 (Hayun, 2008). Inpres dan Pepres tersebut mengamanatkan pengembangan dan penggunaan bahan bakar alternative untuk mengurangi ketergantungan dan menggantikan BBM. Bahan bakar alternatif tersebut dapat berupa biofuel seperti bioethanol, biobutanol dan biodiesel yang diproduksi dengan menggunakan biomasa tanaman sebagai bahan bakunya. Penggunaan biofuel sebagai pengganti BBM juga dapat mengurangi dampak negatif penggunaan BBM terhadap lingkungan, yang dikenal dengan efek rumah kaca (Brown et al., 1998).
Salah satu sumber energi alternatif yang menjanjikan adalah bionergi mengingat Indonesia masih memiliki lahan untuk memporduksi bionergi khususnya dari hasil pertanian maupun hasil samping pengolahan produk pertanian. Penggunaan biofuel sebagai pengganti BBM juga dapat mengurangi dampak negatif penggunaan BBM terhadap lingkungan, yang dikenal dengan efek rumah kaca (Brown et al., 1998).
Sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang bergerak dibawah naungan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian yang berkecimpung di dunia pengolahan produk pertanian, maka Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian bermaksud mengadakan suatu kegiatan Seminar Nasional Bioenergi dan Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia yang bertemakan ”Optimalisasi pengembangan bioenergi sebagai investasi energi nasional”. Kegiatan ini juga bermaksud untuk mensosialisasikan hasil penelitian mengenai bioenergi kepada sasaran seminar sebagai langkah awal untuk memasuki era penggunaan sumber energi nasional dari bioenergi.
Adapun peran serta mahasiswa dalam mewujudkan kemandirian energi nasional adalah dengan berperan aktif dalam pengembangan energi alternatif berbasis pertanian. Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia (IMTPI) sebagai perhimpunan mahasiswa yang berperan aktif dalam peningkatan dan pengembangan teknologi pertanian, mempunyai visi “Mewujudkan Mahasiwa Teknologi Pertanian Indonesia yang mampu berperan aktif dan membangun masyarakat dengan berorientasi pada modernisasi pertanian yang bertumpuh pada teknologi pertanian yang terintegrasi, berdimensi global dan berkelanjutan”. Sedangkan Misi dari IMTPI sendiri 1). Merumuskan konsep pelaksanaan pembangunan teknologi pertanian yang berbasis kerakyatan dengan mengimplementasikannya dengan berbagai program aksi. 2). Mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah, terutama kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan teknologi pertanian dengan selalu menekankan pada peningkatan kemampuan analisis solusiable mahasiswa terhadap masalah yang ada. 3). Memberikan advokasi terhadap masyarakat tani berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan pemerintah di masyarakat yang ada kaitannya dengan aspek teknologi pertanian secara langsung dan tak langsung. Bersamaan dengan rangkaian acara Seminar Nasional Bioenergi, akan diadakan Musyawarah Nasional IMTPI V.
Pembicara pada kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
2. Menteri Pertanian Republik Indonesia.
3. Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
4. Akedemisi Universitas Lampung.
5. Perwakilan PT. Medco Ethanol Lampung.
6. Perwakilan PT. Bumi Waras
Tujuan Kegiatan :
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai sumber energi alternatif dari bioenergi.
2. Mensosialisasikan hasil penelitian mengenai pengolahan dan pemanfaatan bioenergi sebagai sumber energi alternatif.
3. Menghimpun dan memberikan sumbangsih pemikiran untuk meningkatkan penelitian mengenai bioenergi sebagai sumber energi nasional.
4. Mendorong pihak-pihak yang terkait dalam bidang pengolahan atau penelitian bioenergi untuk meningkatkan perhatian terhadap pengolahan bioenergi sebagai sumber energi nasional.
Dasar Kegiatan :
a. Undang-Undang No. 2 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi
b. Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1990 tentang Sistem Pendidikan Tinggi
c. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi
d. Surat Keputusan Rektor Universitas Lampung No 133/H26/2006 tentang Konstitusi Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung.
e. Surat Keputusan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung No.2050/KPTS/D/1999.
f. Program Kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung periode 2009-2010.
g. Program Kerja Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia periode 2008–2010.




